Orientasi \"Kebangsaan, Kepemimpinan, Cinta Tanah Air & Bangsa\" di Paskhas 461

Senin, 20 Agu 2018, 09:34:33 WIB - 137 View
Share
Orientasi \"Kebangsaan, Kepemimpinan, Cinta Tanah Air & Bangsa\" di Paskhas 461

Orientasi "Kebangsaan, Kepemimpinan, Cinta Tanah Air & Bangsa"

11 Agustus 2018 - Jakarta,- Mahasiswa, bukan lagi sekedar siswa, namun siswa yang sudah maha. Lantas apa yang membedakan mahasiswa dengan siswa? Mahasiswa dianggap lebih dewasa sehingga yang membedakan adalah tanggung jawab dan kemampuan berpikirnya. Dalam lingkup sempit adalah tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, orang tua, lingkungan , dan kampusnya, sedangkan secara luas adalah tanggung jawab terhadap bangsa dan negara ini.

Bagaimana kemudian membekali para mahasiswa baru ini agar dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab. Selain diberikan pengenalan terhadap dunia kampus, mahasiswa juga dikenalkan tentang tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, untuk itulah Politeknik APP bersama Pasukan Khas Batalyon Komando 461 TNI Angkatan Udara menyelenggarakan kegiatan orientasi "Kebangsaan, Kepemimpinan, Cinta Tanah Air dan Bangsa".

Mungkin banyak yang berpikir kenapa harus menggunakan militer bahkan terbayang hal-hal yang seram jika dikaitkan dengan militer. Apalagi sampai menginap dan telepon selular pun tidak boleh aktif selama kegiatan. Justru pertimbangannya adalah pertama, militer memiliki ukuran yang baik dalam memberikan pelatihan, artinya militer mengetahui seberapa besar tekanan yang harus diberikan kepada mahasiswa baru. Tentunya sangat tidak mungkin militer akan menerapkan pola 100% militer hanya untuk orientasi kebangsaan, singkatnya mari serahkan kepada ahlinya. Kedua, dilaksanakan di dalam lingkungan militer adalah dengan harapan membuat peserta lebih fokus terhadap kegiatan ini dibandingkan jika pelatih yang didatangkan ke kampus dan dengan waktu yang sangat terbatas.

Kemudian seperti apakah kegiatan selama di dalam Kesatrian Paskhas Yonko 461, Halim Perdanakusuma? Kegiatan hanya dilakukan dalam waktu 2 hari 1 malam. Diawali dengan keberangkatan dari kampus Politeknik APP pukul 8 pagi dilanjutkan dengan upacara pembukaan pelatihan. Seusai upacara, mahasiswa baru dipecah menjadi 2 bagian untuk mengikut sesi paralel. Satu bagian di aula untuk mengikuti materi AHTG terhadap IPOLEKSOSBUDHANKAM yaitu Ancaman, Hambatan, Tantangan, dan Gangguan terhadap Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, & Keamanan. Dalam sesi ini disampaikan tentang apa saja yang menjadi AHTG di Indonesia dan bagaimana apabila Indonesia dalam kondisi perang fisik, berapa lama Indonesia dapat bertahan, karena menyangkut dengan sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia. Diberikan pula pemahaman bahwa perang fisik adalah pilihan terakhir selama dapat diselesaikan dengan cara yang lain serta siapa saja yang menjadi komponen dalam pertahanan negara yang meliputi komponen utama, cadangan, & pendukung. Sesi ini diakhiri dengan kuis untuk mahasiswa baru.
Satu bagian lagi berada di shelter untuk belajar tentang wawasan kebangsaan & cinta tanah air. Dalam sesi ini disampaikan bahwa dalam setiap tindakan kita diharapkan baik perkataan maupun perbuatan harus selalu dengan memikirkan apa dampaknya terhadap keutuhan bangsa dan negara ini dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Kedua sesi ini bertukar sesuai sholat dhuhur dan makan siang. Banyak yang mengira makanan yang akan disajikan adalah disajikan di atas daun dan disebar, percay atau tidak ternyata dugaan itu salah. Makanan diberikan dalam kemasan stryofoam atau kardus kertas, menariknya makanannya bukan makanan "sekenanya". Menu siang itu adalah nasi dengan lauk ayam goreng tepung ala fast food, tahu, dan sup.

Seusai sholat ashar, kegiatan dilanjutkan dengan permainan kebersamaan, setiap bagian dipecah menjadi 2 kelompok, sehingga total menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diminta menyelesaikan tugas d setiap pos, ada games menerobos rintangan, kepercayaan, sedikit beladiri militer dsb. Intinya permainan yang membutuhkan kerjasama tim. Selesai sesaat sebelum masuk waktu maghrib.

Seusai sholat Isya' dan makan malam yang menunya adalah pecel lele, materi berlanjut, kembali mahasiswa baru dipecah menjadi dua bagian. Keduanya mengikuti materi tentang ESQ atau semacamnya. Usai materi tersebut dilanjutkan dengan mental block breaking dengan melakukan jalan di atas api (firewalking). Usai jalan di atas api para mahasiswa baru tsb. beristirahat di tenda masing-masing untuk bersiap dengan materi lanjutan keesokan harinya. Tidak lupa mereka melakukan jaga serambi secara bergantian dalam selang satu jam.

Pukul 4 pagi mereka semua bangun untuk mengikuti olahraga, mandi, sholat subuh, sarapan dilanjutkan dengan 2 materi yang dilaksanakan secara paralel, satu bagian mengikuti penjelajahan & halang rintang, yang kedua mengikuti pengenalan alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan). Untuk sesi penjelajahan dan halang rintang dilakukan dg mempertimbangkan kondisi mahasiswa baru, sehingga tidak semua halang rintang digunakan. Untuk pengenalan alutsista dikenalkan dari seperti berbagai pistol, granat, senapan serbu, senapan untuk penembak runduk/jitu, mortir, dsb. Harapannya adalah jika dalam kondisi tertentu, misalkan yang sederhana menemukan peralatan tsb, para mahasiswa baru tahu cara memperlakukannya sehingga tidak perlu takut akan meledak dsb. Dalam kondisi lebih buruk semisal perang fisik mereka akan jauh lebih siap sebagai komponen pendukung pertahanan karena pernah mengenal senjata-senjata tsb.

Acara selesai sebelum dhuhur dengan ditutup melalui upacara penutupan dan para mahasiswa dipulangkan ke Politeknik APP untuk selanjutnya kembali ke rumah masing-masing.

Demikian kegiatan seru bersama Paskhas Yonko 461 TNI Angkatan Udara. Tidak ada perploncoan atau penganiayaan, semua adalah untuk bersenang-senang dengan mendapatkan ilmu dan teman-teman baru.

Setidaknya dengan mengikuti kegiatan ini harapannya adalah mahasiswa mampu berpikir dalam konteks wawasan nusantara dalam setiap tindakan & perbuatannya, kapan mereka harus maju sebagai pemimpin atau yang paling sederhana mereka mampu mengorganisir lingkungannya apabila terjadi bencana alam dsb.

Sebagai penutup mengutip kata-kata pendiri bangsa ini Ir. Soekarno

"Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat."

 

2018 Politeknik APP Jakarta